Pendidikan
sebagai gejala manusiawi dan sekaligus sebagai upaya sadar untuk membantu
seseorang dalam mengaktualisasikan dirinya, tidak terlepas dari
keterbatasan-keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan itu terdapat pada peserta
didik, pendidik, interaksi pendidikan, serta lingkungan dan sarana pendidikan.
1. Batas-Batas Pendidikan pada Peserta Didik
Peserta didik
sebagai manusia dapat memiliki perbedaan dalam kemampuan, bakat, minat,
motivasi, watak, ketahanan, semangat, dan sebagainya. Dalam berbagai cirri itu
ada peserta didik yang kebih unggul dari peserta didika yang lain. Keadaan
tersebut dapat membatasi kelangsungan dan hasil pendidikan.
2. Batas-Batas Pendidikan pada Pendidik
Sebagai
manusia biasa, pendidik memiliki keterbatasan-keterbatasan. Keterbatasan yang
sifatnya relative, pada umumnya masih dapat ditolerir, dengan catatan bahwa si
pendidikyang bersangkutan senantiasa berupaya mengurangi atau menanggulangi
keterbatasannya.
Keterbatasan dalam interaksi pendidik dapat terjadi karena bahasa yang dipakai oleh pendidik sebagai alat komunikasi yang berisi simbol-simbol abstrak kadang-kadang tidak dapat dimengerti oleh peserta didik sehingga komunikasi tidak berjalan baik. Tugas pendidik dalam hal ini adalah berusaha mengurangi pembatas komunikasi itu dengan menggunakan kata-kata yang benar sesuai dengan tingkat perbendaharaan bahasa peserta didik. Di samping faktor bahasa yang dipakai, ada juga faktor lain yang menimbulkan jarak antara pendidik dengan peserta didik, yaitu hal-hal yang bersifat psikologis.
Keterbatasan dalam interaksi pendidik dapat terjadi karena bahasa yang dipakai oleh pendidik sebagai alat komunikasi yang berisi simbol-simbol abstrak kadang-kadang tidak dapat dimengerti oleh peserta didik sehingga komunikasi tidak berjalan baik. Tugas pendidik dalam hal ini adalah berusaha mengurangi pembatas komunikasi itu dengan menggunakan kata-kata yang benar sesuai dengan tingkat perbendaharaan bahasa peserta didik. Di samping faktor bahasa yang dipakai, ada juga faktor lain yang menimbulkan jarak antara pendidik dengan peserta didik, yaitu hal-hal yang bersifat psikologis.
3. Batas-Batas Pendidikan dalam Lingkungan dan Sarana Pendidikan
Lingkungan
dan sarana pendidikan merupakan sumberyang dapat menetukan kualitas dan
berlangsungnya usaha pendidikan. Dapat dilihat adanya lingkungan yang bersifat
fisik, social dan budaya yang semuanya berpengaruh secara langsung maupun tidak
langsung terhadap usaha pendidikan.
Pada
hakekatnya, berbagai keterbatasan yang dikemukakan di atas akan berkurang
pengaruhnya apabila pendidik mampu berbuat sesuatu yang dengan sengaja
memperkecil pengaruh yang dimaksud. Untuk itu semua tentu memerlukan keuletan
dan ketangguhan serta pengabdian yang tinggi dari para pendidik.
0 comments:
Post a Comment