Jose Ortega Y. Gasset sebagaimana dimuat dalam Manusia Multi
dimensional; Sebuah Renungan filsafat (1982: 101), mengusulkan dimensi
kesejarahan manusia.
1.
Dimensi keindividualan
Bahwa setiap individu memiliki keunikan. Setiap anak manusia
sebagai individu ketika dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi diri
sendiri yang berbeda dari yang lain. Tidak ada diri individu yang identic dengan
orang lain di dunia ini. Bahkan dua anak yang kembar sejak lahir tidak bisa
dikatakan identic. Karena adanya individualitas ini maka setiap orang memiliki
kehendak , perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat, daya tahan yang
berbeda.
2.
Dimensi kesosialan
Bahwa setiap manusia dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk
hidup bersama dengan orang lain. Masusia dilahirkan memiliki potensi sebagai
makhluk social. Menurut Immanuel Kant, manusia hanya menjadi manusia jika
berada diantara manusia. Apa yang dikatakan Kant cukup jelas, bahwa hidup
bersama dan diantara manusia lain, akan memungkinkan seseorang dapat
mengembangkan kemanusiaannya. Sebagai makhluk social, manusia saling
berinteraksi. Hanya dalam berinteraksi dengan sesamannya, dalam saling menerima
dan memberi seseorang menyadari dan menghayati kemanusiaanya.
3.
Dimensi kesusilaan
Manusia ketika dilahirkan bukan hanya dikaruniai potensi
individualitas dan sosialitas melainkan juga potensi moralitas atau kesusilaan.
Dimensi kesusilaan atau moralitas maksudnya adalah bahwa dalam diri manusia ada
kemampuan untuk berbuat kebaikan dalam arti susila atau moral, seperti bersikap
jujur dan bersikap/ berlaku adil. Manusia susila menurut Drijarkara (dalam
Tirtarahardja dan La Sulo, 1994:20) adalah manusia yang memiliki nilai-nilai,
menghayati , dan melaksanakan nilai-nilai tersebut.
4.
Dimensi keberagamaan
Pada dasarnya manusia adalah makhluk religious sebagaimana
telah disinggung di depan. Sebagai makhluk religious manusia sadar dan meyakini
akan adanya kekuatan supranatural di luar dirinya. Sesuatu yang disebut
supranatural itu dalam sejarah manusia itu disebut dengan berbagai nama
sebutan, satu diantaranya adalah sebutan Tuhan. Sebagai orang yang beragama,
manusia meyakini bahwa tuhan telah mewahyukan kepada manusia pilihan yang
disebut Rasul yang dengan Wahyu tuhan tersebut, manusia dibimbing ke arah yang
lebih baik, lebih sempurna dan lebih bertaqwa.
5.
Dimensi kesejarahan
Dunia
manusia, kata Ortega Y.Gasset , bukan sekedar suatu dunia vital seperti pada
hewan-hewan. Manusia tidak identic dengan sebuah organisme. Kehidupannya lebih
dari sekedar peristiwa biologis semata. Berbeda dengan kehidupan hewan, manusia
menghayati hidup ini sebagai “hidupku” dan “hidupmu” sebagai tugas bagi sang
aku dalam masyarakat tertentu pada kurun sejarah tertentu . Keunikan hidup
manusia ini tercermin dalam keunikan setiap biografi dan sejarah (dalam
sastrapratedja, 1982:106). Dimensi kesejarahan ini bertolak dari pandangan
bahwa manusia adalah makhlok historis, makhluk yang mampu menghayati hidup di
masa lampau, masa kini, dan mampu membuat rencana-rencana kegiatan-kegiatan di
masa yang akan datang.
Bermanfaat sekalii....
ReplyDeleteSalam, anak UHAMKA Pend. Bahasa dan Sasta Indonesia