Pages

Labels

Thursday, December 5, 2013

DIMENSI-DIMENSI KEMANUSIAAN


Jose Ortega Y. Gasset sebagaimana dimuat dalam Manusia Multi dimensional; Sebuah Renungan filsafat (1982: 101), mengusulkan dimensi kesejarahan manusia.
1.       Dimensi keindividualan
Bahwa setiap individu memiliki keunikan. Setiap anak manusia sebagai individu ketika dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi diri sendiri yang berbeda dari yang lain. Tidak ada diri individu yang identic dengan orang lain di dunia ini. Bahkan dua anak yang kembar sejak lahir tidak bisa dikatakan identic. Karena adanya individualitas ini maka setiap orang memiliki kehendak , perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat, daya tahan yang berbeda.
2.       Dimensi kesosialan
Bahwa setiap manusia dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk hidup bersama dengan orang lain. Masusia dilahirkan memiliki potensi sebagai makhluk social. Menurut Immanuel Kant, manusia hanya menjadi manusia jika berada diantara manusia. Apa yang dikatakan Kant cukup jelas, bahwa hidup bersama dan diantara manusia lain, akan memungkinkan seseorang dapat mengembangkan kemanusiaannya. Sebagai makhluk social, manusia saling berinteraksi. Hanya dalam berinteraksi dengan sesamannya, dalam saling menerima dan memberi seseorang menyadari dan menghayati kemanusiaanya.
3.       Dimensi kesusilaan
Manusia ketika dilahirkan bukan hanya dikaruniai potensi individualitas dan sosialitas melainkan juga potensi moralitas atau kesusilaan. Dimensi kesusilaan atau moralitas maksudnya adalah bahwa dalam diri manusia ada kemampuan untuk berbuat kebaikan dalam arti susila atau moral, seperti bersikap jujur dan bersikap/ berlaku adil. Manusia susila menurut Drijarkara (dalam Tirtarahardja dan La Sulo, 1994:20) adalah manusia yang memiliki nilai-nilai, menghayati , dan melaksanakan nilai-nilai tersebut.
4.       Dimensi keberagamaan
Pada dasarnya manusia adalah makhluk religious sebagaimana telah disinggung di depan. Sebagai makhluk religious manusia sadar dan meyakini akan adanya kekuatan supranatural di luar dirinya. Sesuatu yang disebut supranatural itu dalam sejarah manusia itu disebut dengan berbagai nama sebutan, satu diantaranya adalah sebutan Tuhan. Sebagai orang yang beragama, manusia meyakini bahwa tuhan telah mewahyukan kepada manusia pilihan yang disebut Rasul yang dengan Wahyu tuhan tersebut, manusia dibimbing ke arah yang lebih baik, lebih sempurna dan lebih bertaqwa.
5.       Dimensi kesejarahan
Dunia manusia, kata Ortega Y.Gasset , bukan sekedar suatu dunia vital seperti pada hewan-hewan. Manusia tidak identic dengan sebuah organisme. Kehidupannya lebih dari sekedar peristiwa biologis semata. Berbeda dengan kehidupan hewan, manusia menghayati hidup ini sebagai “hidupku” dan “hidupmu” sebagai tugas bagi sang aku dalam masyarakat tertentu pada kurun sejarah tertentu . Keunikan hidup manusia ini tercermin dalam keunikan setiap biografi dan sejarah (dalam sastrapratedja, 1982:106). Dimensi kesejarahan ini bertolak dari pandangan bahwa manusia adalah makhlok historis, makhluk yang mampu menghayati hidup di masa lampau, masa kini, dan mampu membuat rencana-rencana kegiatan-kegiatan di masa yang akan datang.

1 comments:

  1. Bermanfaat sekalii....
    Salam, anak UHAMKA Pend. Bahasa dan Sasta Indonesia

    ReplyDelete