Pendidikan merupakan gejala semesta dan
berlangsung sepanjang hayat manusia, disitu pasti ada pendidikan (Driyarkara,
1980:32). Dasar pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi pendidikan
sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Pendidikan memiliki
hubungan dengan pendidikan. Filsafat memberikan pandangan yang luas tentang
pendidikan.
Menurut Imam Barnadib ( 1973: 8-10) berdasarkan urut-urutan
timbulnya dalam sejarah alam filsafat, filsafat dapat digolongkan menjadi
empat tipe:
- Filsafat naturalisme berpandangan bahwa semua datang dari alam yang bersifat fisik.
- Filsafat idealisme berpandangan bahwa kenyataan itu terdiri atas subtansi-subtansi yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan atau spirit, atau jiwa.
- Filsafat realisme berpandangan bahwa hakikat segala sesuatu adalah sesuatu yang real, terbebas dari subyek atau manusia yang mengetahui.
- Filsafat pragmatisme berpandangan bahwa kegunaan, manfaat, utilita menempati kedudukan utama dari segala sesuatu.
Filsafat menjadi dasar pemikiran-pemikiran pendidikan secara
filosofis. Menurut Imam Barnadib ada empat pemikiran filsafat pendidikan;
- Yang menghendaki bahwa pendidikan itu pada hakekatnya progrsif, dan tujuan pendidikan hendaknya diartikan sebagai rekonstruksi pengalaman yang terus menerus. Ini disebut progresivisme.
- Yang menghendaki bahwa pendidikan itu hendaknya didasarkan atas nilai-nilai yang tinggi, yang kedudukanya essensial dalam kebudayaan. Ini disebut essensialisme.
- Yang menghendaki konsepsi pendidikan didasarkan oleh pertanyaan, apakah yang paling utama untuk menghadapi tantangan krisis masa depan. Ini disebut perenialisme.
- Yang berpendapat bahwa pendidikan hendaknya mampu membangkitkan anak didik agar dapat merekonstruksi pengalaman hidupnya. Ini disebut rekonstruksionisme.
0 comments:
Post a Comment